Probolinggo – Pemerintah Kabupaten Probolinggo kembali menorehkan sejarah dalam pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN). Bersama Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), Kabupaten Probolinggo menjadi pemerintah daerah pertama di Indonesia yang menyelenggarakan Graduation Program Khusus Relaksasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Jenjang Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Tahun 2026, sebagai implementasi kebijakan nasional dalam pengakuan kompetensi kepemimpinan berbasis pengalaman, kinerja, inovasi, dan dampak nyata.
Graduation yang berlangsung pada Selasa (4/8/2026) tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Probolinggo mewakili Bupati Probolinggo, Sekretaris Utama LAN RI mewakili Kepala LAN RI, Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN beserta para Deputi LAN RI, Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Ketua Umum Ikatan Alumni Kepemimpinan Nasional (IKA KN), serta jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan seluruh peserta RPL JPT Pratama.
Dalam laporannya, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Probolinggo, dr. Anang Budi Yoelijanto, M.M.Kes., MMRS, selaku Ketua Penyelenggara menyampaikan bahwa Program Khusus Relaksasi RPL diikuti oleh 16 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pembelajaran, mulai dari asesmen kompetensi, coaching, implementasi transformasi, hingga evaluasi berbasis pengalaman kepemimpinan dan dampak organisasi. Seluruh peserta dinyatakan lulus sesuai hasil evaluasi Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Membacakan sambutan Bupati Probolinggo, Wakil Bupati Probolinggo menegaskan bahwa graduation ini bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan momentum untuk memperkuat budaya belajar sepanjang hayat (lifelong learning) di kalangan pemimpin birokrasi. Pemerintah Kabupaten Probolinggo, lanjutnya, berkomitmen membangun Learning Government melalui penguatan Corporate University, sehingga pembelajaran menjadi bagian dari budaya kerja yang mendorong lahirnya birokrasi yang adaptif, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Utama LAN RI yang mewakili Kepala LAN RI menyampaikan bahwa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) merupakan bentuk pengakuan negara terhadap pengalaman, dedikasi, dan kontribusi nyata ASN dalam memimpin perubahan. Kompetensi kepemimpinan, menurutnya, tidak hanya dibentuk melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman memimpin, menyelesaikan berbagai persoalan, dan menghadirkan perubahan yang dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, LAN RI berharap penyelenggaraan RPL di Kabupaten Probolinggo dapat menjadi role model bagi pemerintah daerah lain dalam membangun ekosistem pembelajaran ASN di Indonesia.
Pada kesempatan tersebut juga diumumkan tiga peserta terbaik Program Khusus Relaksasi RPL JPT Pratama Tahun 2026, yaitu: