Probolinggo, 6 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Probolinggo terus memperkuat transformasi pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui penyelenggaraan Pelatihan Coaching dan Mentoring bagi Pejabat Administrator yang berlangsung selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 Juli 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Probolinggo ini menjadi langkah strategis dalam membangun budaya kepemimpinan yang mampu memberdayakan, membimbing, sekaligus mengembangkan potensi pegawai sebagai bagian dari implementasi Corporate University di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.
Pembukaan pelatihan dilaksanakan pada Senin (6/7) dan dibuka secara resmi oleh Bupati Probolinggo yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Probolinggo, dr. Anang Budi Yoelijanto, M.MKes., M.M.R.S. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa paradigma pengembangan ASN saat ini telah bergeser dari sekadar penyelenggaraan pelatihan menuju pembangunan human capital yang berorientasi pada dampak. ASN dituntut tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat, beradaptasi terhadap perubahan, berkolaborasi, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Coaching dan mentoring dipandang sebagai budaya kepemimpinan baru yang perlu tumbuh di setiap perangkat daerah agar organisasi mampu melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang profesional, adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Dalam laporan penyelenggara, Plt. Kepala BKPSDM Kabupaten Probolinggo, Hari Kriswanto, S.Sos., menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan ASN melalui implementasi pembelajaran berbasis Corporate University. Pelatihan diikuti oleh 40 Pejabat Administrator yang berasal dari 29 perangkat daerah dan Unit Organisasi Bersifat Khusus (UOBK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Selama tiga hari, peserta akan mengikuti pembelajaran sebanyak 40 Jam Pelajaran (JP) dengan pendekatan experiential learning yang mengombinasikan pembelajaran konseptual, praktik, simulasi, pendampingan, hingga live coaching, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan coaching dan mentoring di unit kerjanya masing-masing.
Lebih dari sekadar meningkatkan keterampilan individu, pelatihan ini diarahkan untuk membangun budaya organisasi pembelajar (learning organization), memperkuat implementasi manajemen talenta, serta menciptakan kepemimpinan kolaboratif di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Melalui peran pemimpin sebagai leader, coach, dan mentor, setiap pejabat administrator diharapkan mampu membangun ruang belajar di tempat kerja, mengembangkan potensi bawahannya, mendorong inovasi, serta menciptakan lingkungan kerja yang adaptif dan produktif. Dengan demikian, proses pengembangan kompetensi tidak berhenti di ruang kelas, melainkan menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari yang berkelanjutan.
Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia dalam penyelenggaraan pelatihan ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan birokrasi modern yang berbasis pembelajaran. Melalui penguatan budaya coaching dan mentoring, Pemerintah Kabupaten Probolinggo berharap setiap perangkat daerah mampu menghadirkan pemimpin yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian kinerja organisasi, tetapi juga mampu menumbuhkan kompetensi, karakter, dan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan. Pada akhirnya, transformasi tersebut diharapkan bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan publik yang semakin cepat, adaptif, profesional, dan berdampak bagi terwujudnya Kabupaten Probolinggo SAE.