Kraksaan, 23 September 2026 — Penguatan manajemen talenta dan pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) terus menjadi bagian penting dalam mendorong transformasi manajemen ASN di daerah. Semangat tersebut turut mewarnai kunjungan BKPSDM Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, ke BKPSDM Kabupaten Probolinggo dalam rangka Benchmarking Implementasi Manajemen Talenta dan Relaksasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Rombongan BKPSDM Kabupaten Boyolali diterima oleh Plt. Kepala BKPSDM Kabupaten Probolinggo, Hari Kriswanto, beserta jajaran. Kegiatan menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik terkait implementasi manajemen talenta, sekaligus penerapan relaksasi RPL sebagai pendekatan dalam pengembangan kompetensi ASN.
Dalam sambutannya, Hari Kriswanto menyampaikan bahwa kegiatan benchmarking bukan sekadar melihat apa yang telah dilakukan oleh daerah lain, tetapi menjadi kesempatan untuk saling belajar dan menemukan praktik yang dapat dikembangkan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah. “Benchmarking bukan tentang siapa yang lebih maju, tetapi bagaimana kita saling belajar dari praktik yang telah dilakukan, kemudian mengembangkan hal-hal yang relevan sesuai kebutuhan organisasi.”
Menurutnya, transformasi pengelolaan ASN membutuhkan keterbukaan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Praktik manajemen talenta maupun RPL yang dikembangkan di satu daerah dapat menjadi referensi bagi daerah lain, dengan tetap menyesuaikan regulasi, kapasitas, serta kebutuhan organisasi.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Boyolali, Waskitho Rahardjo, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memperoleh perspektif dan pembelajaran dari praktik yang telah dikembangkan oleh Kabupaten Probolinggo. “Kami datang untuk belajar dan bertukar pengalaman. Mudah-mudahan apa yang kami dapatkan hari ini dapat menjadi inspirasi untuk penguatan pengelolaan talenta dan pengembangan kompetensi ASN di Kabupaten Boyolali.”
Dalam kegiatan tersebut, kedua pihak juga berbagi pengalaman mengenai tantangan dan strategi implementasi manajemen talenta serta pengembangan kompetensi ASN. Pembahasan diarahkan pada bagaimana sistem pengelolaan talenta dapat terintegrasi dengan kebutuhan organisasi dan pengembangan karier ASN, sementara RPL dapat menjadi pendekatan untuk mengenali dan mengakui kompetensi yang telah diperoleh ASN melalui pengalaman, pembelajaran, maupun praktik kerja.
Pertukaran pengalaman ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem manajemen ASN yang semakin adaptif. Pengelolaan talenta tidak hanya berbicara mengenai pemetaan dan penempatan pegawai, tetapi juga bagaimana organisasi mampu mengenali potensi, mengembangkan kompetensi, dan memberikan ruang bagi ASN untuk memberikan kontribusi terbaiknya.
Melalui kegiatan benchmarking ini, BKPSDM Kabupaten Probolinggo dan BKPSDM Kabupaten Boyolali memperkuat semangat belajar bersama, berbagi praktik baik, dan membangun inovasi pengelolaan ASN. Sebuah langkah kolaboratif untuk mewujudkan manajemen ASN yang semakin berbasis kompetensi, talenta, dan kebutuhan organisasi.