KRAKSAAN – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mendorong pejabat administrator menerapkan coaching dan mentoring sebagai budaya kepemimpinan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), kolaborasi, dan inovasi di lingkungan pemerintahan.
Hal tersebut disampaikan Sekda Ugas saat melepas peserta Pelatihan Coaching dan Mentoring Angkatan II Tahun 2026 di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (5/11/2026).
Menurutnya, berakhirnya pelatihan bukan berarti proses pembelajaran selesai. Sebaliknya, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Coaching dan mentoring bukan sekadar metode pembelajaran, tetapi merupakan budaya kepemimpinan yang harus tumbuh di setiap perangkat daerah,” ujarnya.
Sekda Ugas menegaskan keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari sertifikat, tetapi juga dari perubahan perilaku kepemimpinan, peningkatan kolaborasi, tumbuhnya budaya belajar, serta lahirnya inovasi yang berdampak pada kinerja organisasi dan pelayanan masyarakat.
Ia mengajak pejabat administrator tidak hanya berfokus pada pengelolaan pekerjaan, tetapi juga mengembangkan potensi pegawai melalui komunikasi terbuka, pemberdayaan, dan pemberian ruang untuk belajar. Menurutnya, coaching dapat membangun kepercayaan diri dan kemandirian pegawai, sedangkan mentoring menjaga kesinambungan pengetahuan, pengalaman, dan nilai-nilai organisasi.
Upaya tersebut sejalan dengan semangat Corporate University dan transformasi manajemen ASN sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara.
Sementara itu, Widyaiswara Ahli Madya Lembaga Administrasi Negara (LAN), Sarinah Dewi, mendorong 80 coach di lingkungan Pemkab Probolinggo untuk menerapkan kompetensi coaching dan mentoring secara langsung di tempat kerja. Jumlah tersebut merupakan hasil pengembangan dua angkatan pelatihan yang masing-masing menghasilkan 40 coach.
Menurut Sarinah, coaching dan mentoring merupakan bagian dari pembelajaran terintegrasi melalui pendekatan social learning, yang memungkinkan peningkatan kompetensi aparatur dilakukan langsung dalam pekerjaan secara efektif dan efisien.
Ia juga menyampaikan tiga tahapan tindak lanjut, yakni 30 hari pertama untuk pemetaan pegawai potensial dan kebutuhan coaching maupun mentoring, 60 hari berikutnya untuk pemantauan pelaksanaan, serta 90 hari untuk refleksi dan evaluasi bersama BKPSDM dan perangkat daerah terkait.
“Melalui tahapan ini, kita ingin memastikan keberadaan 80 coach benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kinerja dan pencapaian visi dan misi Bupati Probolinggo,” tegasnya.
Sekretaris BKPSDM Kabupaten Probolinggo Hendra Eko Poernanto menjelaskan pelatihan ini diselenggarakan BKPSDM Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan LAN melalui Pusat Pengembangan Kompetensi Teknis dan Sosial Kultural ASN.
Pelatihan berlangsung selama tiga hari dengan total 28 Jam Pelajaran (JP), melalui pembelajaran konseptual, diskusi, simulasi, dan praktik. Materi yang diberikan meliputi kebijakan dan program, konsep serta teknik dasar coaching dan mentoring, keterampilan coaching dan mentoring, instrumen pelaksanaan, hingga praktik penerapan di tempat kerja.
Pelatihan Angkatan II Tahun 2026 ini diikuti 40 Pejabat Administrator dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menjadi penggerak budaya belajar dan mengembangkan potensi aparatur guna meningkatkan kinerja organisasi serta kualitas pelayanan publik. ***
sumber : Sekda Ugas Dorong Coaching dan Mentoring Jadi Budaya Kepemimpinan ASN Kabupaten Probolinggo – Pemerintah Kabupaten Probolinggo